Boleh Disebar..

Sabtu, 25 Mei 2013

Meja Kerja Kantor Ideal Menurut Feng Shui

Meja kerja yang feng shui-nya baik akan mendatangkan kinerja maksimal sehingga mendatangkan kemakmuran. Pakar  Feng Shui yang berlatar belakang pendidikan master di bidang arsitektur, Jenie Kumala Dewi menjelaskan, saat bekerja orang harus mengeluarkan tenaga dan energi. Karena itu, ruang kerja harus ditata secara feng shui agar orang yang menggunakan ruang seimbang energinya.

“Jika energinya seimbang yakni tidak terlalu kuat maupun tidak terlalu lemah, aktivitas kerja orang itu akan lebih lancar, hingga membuahkan hasil maksimal. Kerja maksimal mendatangkan kemakmuran atau rezeki bagi perusahaan,” kata penulis buku “Feng Shui untuk Rumah Tinggal dan Kantor” ini.

Umumnya orang bekerja selama 8 jam, sehingga penataan ruang maupun meja kerja sangat penting bagi orang yang bekerja di “belakang meja” tanpa mobilitas tinggi. Sedangkan perkembangan karir seseorang dipengaruhi tempat di mana dia sering beraktivitas. 

Jenie memberikan tip secara rinci:

1. Sebaiknya saat duduk di meja kerja, seseorang tidak membelakangi jendela ruang kerja. Bila ruangannya terbatas dan tidak memungkinkan untuk dilakukan perubahan, jendela harus ditutup rapat dengan memasang tirai tebal. Sedangkan kursi harus digeser agar tidak tepat berada di depan  jendela.

2. Meja kerja sebaiknya diletakkan dalam posisi bersandar pada dinding yang stabil. 

3. Posisi meja kerja sebaiknya tidak terlalu tusuk sate dari pintu masuk atau lorong. 

4. Peletakan perabot dalam ruang kerja harus seimbang dengan jumlah orang yang bekerja, agar stabil dan karyawan bisa beraktivitas secara maksimal.

5. Bagian depan meja kerja jangan sampai terhalang bidang apapun, seperti tembok atau lemari.

6. Untuk penataan ruang kerja seorang pimpinan, posisi meja kerja harus mendukung kekuatan sebagai seorang pemimpin. Maka, meja kerja jangan segaris pintu masuk ruang tapi berada di seberang pintu masuk ruang kerja.

7. Bentuk meja kerja harus stabil.

8. Permukaan meja kerja sebaiknya merupakan permukaan yang lurus (tidak terdapat bidang kosong).

9. Ukuran meja kerja bisa mendukung jabatan, di mana meja kerja pemimpin lebih besar daripada karyawan.

10. Kaki meja kerja sebaiknya merupakan struktur yang stabil (mendukung kestabilan karir).


Jenie menambahkan, bentuk meja sebaiknya juga memperhatikan feng shui. Salah satunya, permukaan meja kerja tidak boleh terdapat bidang bolong-bolong atau kosong. Seperti apa? “Misalkan permukaan kayu alami, biasanya cenderung tidak stabil dan tidak lurus,” ujar penulis buku “Feng Shui for Business 2003” ini. 

Selain itu, lanjutnya, jangan memiliki bentuk meja kerja yang abstrak, sehingga terlihat kurang stabil. Kaki meja kerja juga harus kokoh, kuat dan seimbang.

Wanita yang juga ahli desain interior ini menambahkan, sebaiknya diperhatikan juga pernak-pernik di atas meja. Pilihlah hiasan seperti bambu hoki untuk mendukung perkembangan karir dan keberuntungan. Atau lukisan laut (terutama untuk meja kubikal), supaya ide dan pemikiran lancar dan tidak terhalang.

“Bisa juga memilih lukisan atau foto ikan sebagai simbol kemakmuran, lalu benda kristal untuk mengusir energi negatif dari persaingan tidak sehat di kantor,” jelas pemilik situs feng shui ini. 

Sedangkan benda-benda yang harus dihindari di meja kerja adalah lukisan atau foto batu karena menghambat perkembangan ide. Lalu, foto atau lukisan pasar sebagai simbol kekacauan dan berantakan. 

“Sebaiknya hindari juga foto atau lukisan putri bali/patung putri bali, dan pajangan topeng atau lukisan topeng karena banyak kepalsuan,” tegasnya.












Kamis, 23 Mei 2013

Trik Jitu Hadapi 'Pengganggu' di Kantor


Sering dibuat kesal oleh rekan kerja? Sering diperlakukan tidak adil oleh atasan? Sering mengalami.. rekan kerja mencuri ide proyek? Sering bingung bagaimana menghadapi situasi tersebut? Anda tidak sendirian, ada banyak orang yang juga mengalami kondisi yang sama. Didiamkan saja justru keadaan semakin menjadi-jadi (dan Anda tetap menjadi korbannya), tetapi jika ingin diselesaikan.. takut terjadi konflik yang justru akan menimbulkan hal-hal tak menyenangkan lainnya.

Tenang, Ladies!Kami punya tujuh cara menghadapi situasi ini tanpa membahayakan posisi Anda di kantor.

1. Putuskan apakah Anda ingin menyelesaikan masalah ini atau terus menjadi korban si pengganggu. Dari berbagai pengalaman sahabat-sahabat kami, menutup mata dan telinga tidak akan menyelesaikan masalah di kantor. Lebih baik Anda menyampaikan apa yang mengganjal di hati daripada terus menyimpannya. Jika Anda setuju untuk berhadapan dengan si pengganggu, lanjutkan membacapoint selanjutnya!

"Mendiamkan rekan kerja yang menyebalkan tidak akan menyelesaikan masalah."

2. Berbicara dengan orang yang tepat, dengan orang yang memang bermasalah dengan Anda secara empat mata. Berbicaralah dengan nada suara yang tenang, sopan dan rasional. Fokuskan pembicaraan pada situasi dan fakta yang memang terjadi, hindari gosip atau apapun yang berbentuk serangan pribadi.

3. Hati-hati dengan postur dan bahasa tubuh Anda. Ekspresi wajah dan nada suara bisa menggambarkan apa yang ada di dalam hati Anda. Tetap tenang, berkata-kata tegas tidak sama dengan meninggikan nada suara. Hindari posisi arogan, seperti melipat kedua lengan di depan dada. Ingat, Anda ingin menyelesaikan masalah, bukan ingin menunjukkan bahwa Anda bisa bersikap bossy!

4. Bisa jadi dia membela diri dan mengatakan hal-hal yang bersifat pembelaan diri. Dengarkan semua yang dia katakan tanpa menyela. Coba pahami mengapa si pengganggu itu sampai bersikap demikian menyebalkan pada Anda. Tempatkan diri Anda pada posisinya!

5. Setelah dia selesai memberi pembelaan diri atau mungkin minta maaf, sekarang waktunya bagi Anda untuk menanggapi kata-katanya. Anda bisa mengatakan, "Saya memahami posisi Anda seperti itu, dan saya merasa....." ungkapkan semua hal yang mengganjal di hati dan pikiran Anda. Biarkan dia tahu bahwa beberapa perbuatannya berakibat buruk pada Anda dan Anda tak suka diperlakukan seperti itu.

6. Setelah mengungkapkan hal mengganjal padanya, berkomunikasilah dengan jelas dan kemukakan win win solution untuk Anda dan dia. Lakukan hal ini dengan fleksibel tanpa menyudutkan posisi dia ataupun Anda.

7. Jika Anda sudah melakukan usaha di atas tetapi hal yang sama kembali terjadi atau si pengganggu tidak peduli dengan argumen Anda, maka sudah saatnya Anda membicarakan hal ini pada atasan Anda. Jika yang berbuat hal-hal tak menyenangkan adalah atasan Anda sendiri, minta bantuan seseorang yang posisinya lebih tinggi dibanding atasan Anda. Anda juga bisa meminta bantuan pihak HRD. Ingat, kemukakan fakta dengan jelas dan tegas, tanpa rengekan.











klik juga

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...